Facebook

Solo Driving Pengalaman Mudik Jakarta Padang Akhir Tahun 2020

Cerita Solo Driving Mudik Jakarta Padang 2020 Via Lintas Tengah Prabumulih - Muara Enim dari OmWik

Alhamdulillah, akhirnya kami mudik juga, setelah lebaran tahun 2020 ini, kami tidak bisa pulang karena memang masih tingi-tingginya kasus cor0na. Sebelumnya, kami sempat memutuskan untuk tidak pulang di Akhir tahun, namun rasa rindu akan orang tua dan kampung halaman membuat hati ini lebih condong untuk mudik ke Padang di Akhir tahun ini. Tepatnya pada tanggal 26 Desember 2020. 

Cerita Mudik Jakarta Padang pakai mobil pribadi
Perbatasan Jambi - Sumbar


Kami mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa, mobil juga sudah diservis sebelumnya dan isi BBM full, check tekanan angin ban, cuci mobil, isi e-toll dan Ummi serta Ayesha packing barang-barang yang ingin dibawa pulang. Setelah packing, barang di cicil masukin ke mobil, setting jok mobil untuk posisi terbaik. Kali ini kami tidak bawa roof rack akhir tidak terlihat seperti orang mudik, karena masih ada isu larangan mudik untuk menekan penyebaran cor0na. 

Cerita Mudik Jakarta Padang pakai mobil pribadi
Mandi Dulu Sebelum Berangkat
Setelah mendapat info via WA Grup Grup Lintas Sumatra baik itu dari komunitas RTS, LLS, ERCI Lintas Sumatra, Jalinsum Lovers dan juga dari teman yang udah berangkat duluan , kami memutuskan untuk lewat Jalur Lintas Tengah via Prabumulih dan Muara Enim. Karena jalur lintas timur infonya macet parah di daerah betung, sedangkan lewat betung, sekayu juga macet dan jalan banyak juga yang rusak. Sementara lewat Prabumulih, jalanan lebih mulus dan tidak macet, namun untuk jalur ini, lebih banyak berkeloknya karena kita melewati Lahat yang memang terkenal dengan banyak kelokannya.

Jalurnya adalah Jakarta > Merak > Bakauheni > Keluar Tol Kayu Agung > Indralaya > Prabumulih > Muara Enim > Lahat > Tebing Tinggi > Musi Rawas > Linggau > Singkut > Sarolangun > Bangko > Muaro Bungo > Gunung Medan > Solok.

Cerita Mudik Jakarta Padang pakai mobil pribadi
Cek Jalur Lintas Tengah via Prabumulih

26 Desember 2020
Setelah persiapan selesai, ba'da ashar tepatnya jam 17:36 WIB dengan Bismillah kami memulai perjalanan dari Gerbang Tol Pisangan Baru dengan target utama adalah Pelabuhan Merak jam 20:00 WIB. Oiya, perjalanan kali ini adalah perjalanan mudik kepadang dengan mobil ke-enam kalinya bagi kami dan kali ini kami tidak ada teman konvoi dari RTS Community alias Solo Driving.  

Perjalanan menuju Merak Lancar tanpa ada hambatan, kami sempat berhenti di rest area km 68 untuk sholat dan juga memesan tiket Kapal Ferry melalui aplikasi Ferizy dengan menggunakan Kapal Express dengan harga 588 ribu.  Kami lanjut 19:30 dari Rest Area menuju Merak.

Cerita Mudik Jakarta Padang pakai mobil pribadi
Gerbang Tol Cikupa
Tepat jam 20.00-an kami tiba di Pelabuhan Merak dan diarahkan langsung menuju kapal, meskipun tiket kami tertera untuk pemberangkatan jam 21:15 WIB, namun karena kondisi pelabuhan sepi jadi bisa langsung naik kapal tanpa harus menunggu sesuai jadwal. Memang kapal Ferry Executive ini jadwalnya tepat waktu dan tibanya juga sesuai jadwal, mirip mobil Damri yang menuju Bandara. Kami termasuk mobil yang akhir masuk kapal Batu Mandi sehingga mendapat tempat di dek bawah bersama dengan truk-truk dan bis. Kami memutuskan untuk tidak naik ke dek atas dan hanya menunggu sambil istirahat di dalam mobil.

Cerita Mudik Jakarta Padang pakai mobil pribadi
Rest Area KM 68 Tangerang Merak
22: 30 WIB Kami sudah beranjak keluar dari KMP Batu Mandi yang sandar di Pelabuhan Bakauheni dan langsung menuju titik berikutnya yaitu Rest Area KM 234. Perjalanan menuju RA KM 234 tengah malam sangat sepi, lancar dan mobil bisa dipacu 80- 100 kpj, hanya sedikit mobil yang melewati Tol Bakauheni - Palembang. Perjalanan sempat diiringi hujan sebentar di Km 131. Kondisi jalan hingga KM 178 relatif bagus karena masih jalan beton, namun setelah itu, jalanan dengan kontur aspal ada beberapa titik yang rusak, bergelombang dan lubang. Jadi harap berhati-hati dan melambat, apalagi minim pencahayaan. 

27 Desember 2020
Kami tiba jam 01:22 di Rest Area KM 234 dan berisitrahat disini sekitar 2 jam-an. RA KM 234 ini termasuk rest area lengkap dan yang paling penting air dan toiletnya bersih

03:30 WIB, Kami isi BBM Full dulu disini dan melanjutkan perjalanan menuju Rest Area Berikutnya yaitu RA 311. Perjalanan menuju RA 311 masih sepi, namun jalan sangat banyak yang rusak, bergelombang sehingga sangat menggangu perjalanan kami, banyak jebakan betmen. Kami tiba 04:50 WIB di Rest Area KM 311A untuk sholat subuh. Namun untuk air di kamar mandinya kurang bersih alias berwarna kuning.

Cerita Mudik Jakarta Padang pakai mobil pribadi
Rest Area KM 311A Bakauheni - Palembang


06:00 WIB Kami mulai lagi perjalanan setelah sarapan alakadarnya dan juga sholat. Jalan tol menuju Kayu Agung ini masih banyak yang rusak dan butuh waktu sekitar 15 menit kami sudah keluar Tol Kayu Agung di KM 330 dengan membayar tarif tol 283 ribu dan lanjut menuju Indralaya melewati jalan lintas sumatra. Jalanan di pagi hari menuju Indralaya sangat sepi dan lancar, kondisi jalan cukup bagus meskipun ada beberapa titik rusak, sehingga kami tiba di Indralaya jam 07:00 WIB.

Cerita Mudik Jakarta Padang pakai mobil pribadi
Gerbang Tol Kayu Agung
Kami belok ke kanan menuju Prabumulih dengan kondisi jalan tidak terlalu ramai dan jalanan juga cukup lebar dengan karakter lurus sehingga mobil bisa dipacu 80-100 kpj. Jam 07:43 WIB Kami berhenti sebentar untuk menikmati Tahu Sumedang Renyah di jalan lintas Palembang Prabumulih ini. Sekitar 50 menit kita disini, karena memang tempatnya nyaman dan luas, serta ada taman dan tempat parkirnya.

Cerita Mudik Jakarta Padang pakai mobil pribadi
Selamat Datang di Kota Prabumulih
08:36 WIB kami lanjut menuju Prabumulih yang jaraknya hanya 10 km-an dari Tahu Sumedang ini. Kami melewati kota Prabumulih dan tancap gas menuju Muara Enim yang jalannya masih bagus dengan karatkter banyak lurus dan sedikit berkeloknya dan mobil masih bisa melaju di kecepatan 70 Kpj sehingga kami sudah masuk kota Muara Enim jam 10:33 WIB. 

Kami melintasi kota Muara Enim dan lanjut menuju Lahat yang berjarak sekitar 43 km, yang jalanannya lumayan padat dengan truk, dan banyak berkeloknya dan juga jebakan betmen alias lubang. Sekitar 1 jam kami melintasi ruas Enim - Lahat ini dan akhirnya memutuskan untuk istirahat di sebuah masjid An-Nur Desa Payo Merapi Lahat tepat di jam 11:30 WIB.Kami istirahat disini sekitar 2 jam-an, istirahat, sholat sekalian makan, cuaca sangat terik jadi lumayan terasa panas dan membuat Saya cukup lelah.

Cerita Mudik Jakarta Padang pakai mobil pribadi
Gunung Jempol Lahat
13:23 WIB, Kami melanjutkan perjalanan menuju Kikim, karakter jalanan yang berkelok dan ada rusak di beberapa titik, bahkan ada juga yang longsor. Cuaca yang sangat terik membuat Saya harus berhenti lagi di sebuah masjid lagi untuk istirahat dan juga mata mulai mengantuk, ada sekitar 1 jam-an kurang. Kami sampai di Kikim sekitar jam 15:52 WIB dan lanjut terus menuju Tebing Tinggi yang bisa ditempuh 1 Jam-an.

Cerita Mudik Jakarta Padang pakai mobil pribadi
Lubuk Linggau Sore Hari
Jalan dominan mulus, sepi dan masih oke untuk dilalui, namun karena berkelok membuat stamina lumayan terkuras terutama bagi supir. Jam 16:40 WIB kami sampai di Kikim dan masih melaju menuju Musi Rawas dengan kondisi jalan hujan deras dan sampai di Kota Lubuk Linggau sekitar jam 18:00 WIB dengan suasana gerimis. 

Cerita Mudik Jakarta Padang pakai mobil pribadi
Amazing Riverside Hotel
Di Lubuk Linggau kami memutuskan untuk menginap di Amazing Riverside Hotel dengan rate 400-an, namun sebelumnya kami membeli bekal Pecel Ayam sebelum masuk ke hotel dan juga mencari Pempek. Namun untuk Pempek jarang ada yang buka di malam hari di Kota Lubuk Linggau ini, Kami akhirnya dapat juga pempek yang buka malam hari (lupa namanya), namun rasanya kurang enak dibanding pempek Familidin dan A08. Dan tidak lupa untuk kembali mengisi Full BBM di Lubuk Linggau sebelum masuk ke Hotel. Jalan masuk ke hotel ini cukup unik, karena melewati ruko yang hanya bisa dilewati satu mobil dan turunan tajam ke bawah untuk parkirnya di pinggir sungai. 

28 Desember 2020

09:19 WIB Setelah beres-beres dan membeli pempek A08 yang posisinya berada di sebelah Hotel, kami melanjutkan perjalanan menuju Muara Rupit yang ditempuh sekitar 1,5 jam an. Jalanan juga lancar, karena memang karakter jalannya lurus, dan ini biasa kita sebut sebagai "Tol Sumatra Sesungguhnya". 

10:47 WIB Kami berhenti di Muara Rupit karena Ummi Ayesha lagi ada ujian online sehingga kami harus berhenti di tempat yang bagus sinyalnya. Kami berhenti di dekat tempat yang lumayan ramai di Muara Rupit tersebut. Ada sekitar setengah jam-an kami berhenti dan melanjutkan perjalanan lagi hingga tiba di Singkut sekitar sekitar 12-an WIB dan berhenti di RM Samba Lado singkut yang lumayan terlihat ramai. Namun dari segi rasa ternyata "B" aja buat kami.
Solo Driving Pengalaman Mudik Jakarta Padang Akhir Tahun 2020
Samba Lado Singkut
12:51 WIB lanjut lagi menuju Sarolangun dan Tiba di Bangko jam 15:04 dengan karakter jalan lurus, mulus terkadang bergelombang dan ada jebakan betmen juga sesekali dan mobil bisa dipacu hingga 100 kpj. 

16:21 WIB Kami sempat berhenti sholat di daerah Muaro Bungo dan kemudian lanjut menuju Sungai Rumbai, jalan mulai agak rusak dan hujan pun turun sebentar. Dan tiba di Perbatasan jam 17:45 WIB dan sempat berhenti sebntar sebelum lanjut ke Sungai Rumbai.  Di Sungau Rumbai kami berhenti lagi untuk makan malam di sebuah bofet Raja Kubang dengan menu Nasi Goreng dan Martabak Mesir. Rasanya lumayan enak.

Cerita Mudik Jakarta Padang pakai mobil pribadi
Martabak Kubang Sungai Rumbai
18:30 WIB lanjut lanjut Gunung Medan, Kiliran Jao dengan jalan yang sudah mulai gelap, hujan serta jalan yang banyak rusak, lampu mobil kurang terang ditambah dengan banyaknya truk. Jadilah perjalanan untuk malam sangat menguras stamina driver.  Kurang lebih 1 jam-an menuju Gunung Medan dan Kami berhenti di sebuah SPBU Gunung Medan untuk ke isi Full BBM serta sholat dan ke toilet sebentar.

20:04 WIB kami lanjut lagi menuju Sijunjung dengan jalan yang masih banyak rusak parah! :(. Sehingga tiba di Sijunjung sekitar jam 22:55 WIB dan kami lanjut menuju Solok dan kami sempat berhenti di sebuh daerah di Sijunjung untuk istirahat sekitar 20 menit karena mata driver sudah tidak bisa diajak kompromi apalagi dengan kondisi jalanan yang lumayan membuat stamina terkuras dan mata cepat lelah. Setelah itu kami lanjut menuju Sawah lunto dengan jalan yang masih rusak.

Cerita Mudik Jakarta Padang pakai mobil pribadi

29 Desember 2020
00:25 WIB sampai di Sawah Lunto, jalanan sudah mulai bersahabat dan semangat menjadi naik, karena hampir sampai di Kota Solok. Kami sempat pitstop lagi di sebuah masjid di daerah Sungai Lasi untuk ke toilet dan peregangan, kemudian tancap gas lagi menuju Solok dan 00:54 masuk Kota Solok dan Alhamdulillah akhirnya tiba di rumah Sumani jam 01:15 WIB dengan selamat. 

Biaya Tol +- 400 Ribu
Kapal Express 588 Ribu
Total Perjalanan 1.421 KM
Total BBM Pertalite 91, 4 Liter (Harga Pertalite 7850)
Konsumsi BBM Ertiga 2014 Manual 717 Ribu

Total Biaya Perjalanan Tol + Kapal dan BBM => 1.707 Ribu

Semoga bermanfaat bagi sanak yang membutuhkan referensi pulang kampung ka Padang dan sekitarnya. Barakallahu Fiikum



0 Response to "Solo Driving Pengalaman Mudik Jakarta Padang Akhir Tahun 2020"

Post a Comment